Suami Banting Tulang Di Tambang Batu Bara, Istri Ditambang Oleh Oknum Perwira Polisi Di Rumahnya.

Suami banting tulang jadi penambang batu bara, istrinya malah terpergok ngamar di hotel dengan seorang perwira polisi yang juga suami dokter.

IN seorang istri penambang batu bara diamankan polisi setelah tertangkap basah tengah melayani suami orang di sebuah hotel.

Ia diamankan bersama seorang perwira polisi karena berzina di sebuah hotel dan dipergoki istrinya yang seorang dokter.

FMW yang memiliki profesi seorang dokter harus menelan pil pahit ketika memergoki suaminya sedang bersama dengan wanita lain di sebuah kamar hotel.

Kepala Unit Kecelakaan (Kanit Laka) Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Temanggung Ipda Supriyono harus menanggung perbuatannya.

Sebab, ia telah melanggar hukum yakni melakukan perselingkuhan dan tindak pidana perzinaan.

Dilansir dari Tribun Jateng, FMW menggerebek kamar nomor 101 Hotel Safira, Kota Magelang pada Minggu (13/10) sekitar pukul 03.00.

Saat itu, di dalam kamar ada Supriyono dan seorang perempuan yang diduga sebagai wanita idaman lain (WIL) berinisial IN.

Selain mereka berdua, adapula anak dari IN.

Berkat peristiwa itu, Supriyono kini telah dilaporkan oleh istrinya ke Mapolres Magelang.

"Saya sudah laporkan peristiwa itu ke Polres Magelang Kota sekitar, saya juga sudah diperiksa dan dimintai keterangan," ungkap FMW seperti dikutip dari Tribun Jateng, Selasa (15/10).

Menurut keterangan dari FMW, penggerebekan itu ia lakukan setelah mendapat informasi dari suami IN, Daniel.

"Saya diberitahu, jika suami saya sedang ngamar dengan IN di hotel itu, kemudian saya diminta ke lokasi.

Sementara, Daniel sendiri tidak dapat ke lokasi karena berada di luar kota," terang FMW.

Dalam penggerebekan, FMW tak melakukanya sendirian.

Sesampainya di hotel, rupanya keluarga Daniel dan pihak kepolisian sudah berada di sana untuk melakukan proses penggerebekan bersama-sama.

FMW sendiri juga telah menghubungi Provost Polres Magelang Kota dan Polres Temanggung.

Penggerebekan dimulai dengan memeriksa CCTV yang ada di hotel terlebih dahulu.

Dari pantauan CCTV itulah diketahui bahwa Supriyono dan IN serta anaknya yang masih berusia dua tahun datang ke hotel sekitar pukul 22.00 WIB.

Dengan berbagai cara, FMW dan tim berusaha untuk bisa masuk menerobos ke kamar yang mereka sewa.

‎"Kami pun berupaya, bagaimana caranya agar bisa masuk ke kamar.

Sempat berpura-pura menawarkan layanan room," ungkap FMW.

Namun, cara itu tak kunjung mendapat respon.

Sehingga petugas hotel terpaksa membuka pintu menggunakan kunci cadangan.

Di saat yang bersamaan pula, Supriyono juga membuka pintu dari dalam kamar.

Saat pintu telah terbuka, IN dan anaknya tampak sedang tertidur pulas.

"Kemudian ketiganya digelandang ke Mapolres Magelang Kota," ujarnya.

Sebelum penggerebekan, rupanya suami N, Daniel telah mencium aroma perselingkuhan yang disembunyikan oleh istrinya.

Daniel mulai curiga saat bulan Agustus lalu, dalam grup WA rukun tetangga ada yang menanyakan tentang pria yang berkunjung ke rumahnya hingga pukul 02.00 dini hari.

Kemudian seseorang menghubungi Daniel dan mengatakan bahwa pria yang sering berkunjung ke rumahnya itu adalah seorang perwira polisi.

Sejak November 2016, hubungan Daniel dan IN memang terjalin dengan jarak jauh.

Sehari-hari Daniel bekerja di tambang batu bara yang berada di Kalimantan Timur.

Daniel semakin curiga dengan istrinya saat ia mengambil cuti dan tinggal di rumah untuk beberapa waktu.

Selama ia di rumah, bukannya menemani suami yang jarang ditemui tiap hari, IN malah lebih sering pergi bersama oknum polisi itu.

"Ngakunya kepada saya rekan kerja. Karena selama ini, istri saya mengaku sebagai informan polisi dan juga informan KPK," jelas Daniel.

Sebelum itu, Daniel telah merasa curiga dengan kebiasaan istrinya pergi ke luar kota tanpa alasan yang jelas.

Curiga yang semakin kuat kemudian mendorong Daniel untuk mencari tahu sosok perwira polisi hingga mendapat nomor telepon FMW.

"Saya kemudian hubungi bu dokter, saya terus terang bahwa saya adalah suami dari IN.

Dokter itu kaget, karena selama ini IN mengaku janda," ujarnya.

Rupanya, Supriyono mengenalkan IN juga pada FMW sebagai rekan kerja.

Setelah yakin bahwa istrinya dan oknum perwira polisi itu berselingkuh, Daniel lantas melaporkan keduanya pada kepolisian.

Namun, sejak 4 September  laporan itu dibuat, polisi tak bertindak dengan cepat untuk menangani kasus itu.

Jadilah akhirnya Daniel berinisiatif melakukan penggerebekan sendiri.

"Sebelum penggrebekan itu, saya diam-diam cu‎ti tanpa memberi tahu istri.

Saya ingin menelusuri dan merancang bagaimana caranya agar mereka bisa ditangkap tangan saat sedang selingkuh, dengan bukti yang kuat.

Saat penggrebekan pun, posisi saya sudah kembali ke Kalimantan, saya hanya memonitor dari jauh," ujar Daniel.

Sementara Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali mengatakan bahwa ia belum bisa memberikan komentarnya.

Sebab kasus ini masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Sementara saat disinggung soal sanksi yang akan diterima oleh Supriyono bila terbukti melakukan pelanggaran, Ali tak mau berandai-andai.

"Saya tak mau berandai-andai. Saat ini kan sedang berproses, nanti kita tunggu bagaimana hasilnya," ujar Ali.

0 Response to "Suami Banting Tulang Di Tambang Batu Bara, Istri Ditambang Oleh Oknum Perwira Polisi Di Rumahnya."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel