Rungkad. ABG Terjaring Rajia Oleh Satpol PP, Diminta Buku Nikah Malah Ngasih Kartu Pelajar.

Sebanyak 40 personel gabungan melakukan operasi razia ke sejumlah beberapa titi di Kota Balikpapan, Kaltim, Sabtu (13/11/2021) malam.

Salah satu titik yang disasar personel gabungan ini adalah rumah kos-kosan dan kafe yang ada di Kota Balikpapan.

Razia ini dimulai sekitar pukul 21.00 Wita dengan titik berangkat Kantor Kecamatan Balikpapan Tengah.

Puluhan personel yang terlibat dibagi ke dalam 3 kelompok yang disebar ke beberapa penjuru Kota Balikpapan, salah satunya di kawasan Kecamatan Balikpapan Tengah itu sendiri.

Camat Balikpapan Tengah, Edy Gunawan menjelaskan, operasi ini memiliki 3 pokok rencana.

Di antaranya menyisir penghuni kamar kos, minuman keras (miras), dan identitas.

"Termasuk kita tetap melaksanakan pengawasan PPKM level 2 karena ini malam minggu juga menjelang akhir tahun," imbuh Edy usai memimpin apel.

Operasi razia oleh personel gabungan di salah satu rumah kos-kosan di kawasan Jalan RE Martadinata, Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu (13/11/2021) malam.

Dimulai menyambangi salah satu rumah kos-kosan di kawasan Jalan RE Martadinata, Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan.

Rumah kos yang identik dicat warna merah-putih tersebut dilakukan razia mulai dari lantai 1 hingga lantai 4.

Adapun yang berhasil terjaring sedikitnya 3 pasangan muda-mudi yang kedapatan berduaan di dalam kamar dan tak dapat menunjukkan bukti sah suami-istri.

Sebanyak tiga pasangan belum menikah tersebut kemudian didata oleh personel Satpol PP Kota Balikpapan.

Satu pasangan di antaranya bahkan, selain tak bisa menunjukkan surat nikah, belum memiliki identitas pokok seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Saya punyanya cuma kartu pelajar," sebut seorang remaja putri yang awalnya sempat bersembunyi di kamar mandi.

Bentuk Sanksi yang Diterima

Melihat hal itu, masing-masing pasangan sempat diberi arahan oleh Edy.

Dia mengatakan, bahwa hal yang mereka lakukan sungguh tak patut dan melanggar norma.

Ditanya soal sanksi, Edy mengatakan, mereka akan dibawa ke Kantor Satpol PP Balikpapan. Bagi yang anak di bawah umur, orangtuanya pun akan dipanggil.

"Sanksinya bisa dipanggil ke Kantor Pol PP,sanksi denda atau sanksi sosial dan sebagainya. Kita lihat nanti," tandas Edy.

Disamping itu, operasi bergeser ke sejumlah kafe yang tersebar di kawasan Jalan Sungai Ampal, Sumber Rejo, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan.

Untuk kafe, operasi yang dilakukan semata preemptif atau himbauan semata. Namun tak menutup kemungkinan akan menjadi represif atau penindakan jika dinilai melebihi kapasitas kafe.

"Apalagi pandemi kita kan masih level 2. Antisipasi di alam minggu penuh tempat-tempat hiburan, makanya kita awasi disana dengan mengikuti protokol disana," jelas Edy.

Ia mencontohkan, ada pengunjung yang tak menggunakan masker atau batas kunjungan yang melebihi kapasitas yang ditentukan.

Pelanggaran dalam hal tersebut akan diberi tindakan tegas. Termasuk teguran terhadap pengelola atau bahkan pemilik kafe.

"Saya imbau juga kepada masyarakat anak-anak muda, tolong protokol kesehatannya dijaga. Meskipun landai, tapi jangan terlena," pungkas Edy.

Sebagai informasi, pengamatan TribunKaltim.co, operasi ini sendiri berlangsung hingga pukul 23.30 Wita. (*)

0 Response to "Rungkad. ABG Terjaring Rajia Oleh Satpol PP, Diminta Buku Nikah Malah Ngasih Kartu Pelajar."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel