Wanita Paruh Baya Berjuang Mati Matian Untuk Menjadi PPPK, Meski Sedang Sakit Stroke.

Hati netizen kembali dibuat teriris. Seorang wanita paruh baya berjuang mati-matian demi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Betapa tidak, wanita bernama Imas Kustiani, salah satu guru honorer di Kabupaten Karawang, harus merasakan beratnya enjadi pegawai PPPK. Apalagi usianya yang menginjak 54 tahun dan fisik yang tak lagi memungkinkan.

Tampak dalam video yang diposting oleh akun Instagram @lambeturah_official baru-baru ini, Imas berjalan tertatih-tatih menuju ke ruang tes.

Tampak Imas sangat kesulitan berjalan karena mengidap stroke yang telah menahun. Sesekali, Imas beristirahat sejenak untuk kembali mengisi tenaga, setelah terkuras saat berjalan.

Baginya, meski langkahnya telah dibantu oleh dua pria sehat, Imas masih saja kesulitan. Tak ingin sampai terlambat ikut tes, akhirnya pria itu menggendong Imas sampai ke ruang tes dan duduk di depan layar komputer.

“Allahu Akbar,” kata Imas, yang sudah berada di punggung pria yang menggendongnya ke ruang tes.

Sontak, setibanya di kursi yang jadi penentu lulus atau tidaknya Imas untuk menjadi pegawai PPPK, wanita berkacamata itu berlinang air mata.

Dia ucap syukur telah sampai di kursi tersebut. Meski napas sudah ngos-ngosan, Imas tetap mengucapkan nama besar Allah, yang masih memberinya keselamatan meski di usianya yang tak lagi muda.

“Lailahaillallah Allahu Akbar!,” ucap Imas, sembari mengusap wajahnya.

Kehadiran Imas di ruangan tes itu juga menjadi pusat perhatian bagi peserta lain yang masih berusia muda.

Kendati demikian, netizen yang melihat video berdurasi 50 detik itu, sangat prihatin. Ternyata, banyak orang berusia senja yang masih harus berjuang keras demi hidup layak dan sejahtera.

“Cepat sembuh bu,” doa netizen bernama @khrnnisa.

“Ya Allooohh the real pahlawan bangsa,” ucap pemilik akun @henti yang diakhiri emoticon lambang cinta.

Video tersebut kini telah disukai sebanyak 461 ribu lebih jempol dan 1.500 lebih komentar dari para netizen. (ishak/fajar)

0 Response to "Wanita Paruh Baya Berjuang Mati Matian Untuk Menjadi PPPK, Meski Sedang Sakit Stroke. "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel