Kesal Kepada Suami Dan Mertuanya. Ibu Tiri Bekap Anaknya 20 Menit Hingga Tewas, Ayahnya Tak Sadar Tidur Bersama Jenazah Anaknya Semalaman

 


Seorang ayah berinisial DS terkecoh dan tidak habis pikir kalau semalaman tidur bersama jenazah anaknya yang masih berusia 2 tahun.

Awalnya memang ada yang aneh dengan kedatangannya saat pulang kerja. 

Biasanya, sang anak dengan ceria menyambut kedatangan ayahnya sebagai supir barang.

Namun kali ini berbeda, setiba di rumah, ia tidak mendengar teriakan sang anak yang meyambut dia datang.

Ketia dilihatnya, sang anak ternyata sedang tertidur pulas diatas tempat tidur dengan tubuh menghadap ke dindin.

Semalaman, ayah yang sangat sayang dengan buah hatinya itu berbaring di samping anaknya.

Bahkan ia sempat memberikan selimut agar sang anak tidak digigit nyamuk.

Tidak ada kecurigaan hingga pagipun datang dan sang ayah hendak kembali bekerja.

Namun ia mulai curiga, karena buah hartinya tidur tidak kunjung bangun.

Iapun mencoba membangunakan sang anak. Namun anak tercintanya itu sudha kaku alias meninggal dunia.

Iapun baru sadar, kalau semalaman ia tidur bersama jenazah anaknya.

DS, ayah korban pun langsung melapor ke polisi.

Dari hasil penyelidikan, terkuak perbuatan keji LS (24) selaku ibu tiri yang ternyata tega menghabisi nyawa korban.

Kronologi Kejadian

Kapolres Tulangbawang Barat (Tubaba) AKBP Sunhot P Silalahi mengatakan, kematian bocah 2 tahun itu terkuak pada Sabtu (13/11/2021) sekira jam 08.30 wib.

Lokasi kejadian berada di rumah kontrakan di Tiyuh Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Tubaba, Lampung.

"Awalnya pelapor tidak mengetahui secara pasti bagaimana korban bisa meninggal, karena pelapor tidak mengetahui kejadian tersebut," terang Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Fredy Aprida Putra saat ekspose di Mapolres Tubaba, Kamis (16/12/2021), dikutip dari TribunLampung.

Diungkapkan ayah korban pada pelaku, pada malam kejadian, tidak ada hal yang dicurigai.

Sebelum pembunuhan, suami pelaku yang berprofesi sebagai sopir ini sedang bekerja mengantar barang.

Sementara itu pelaku di rumah bersama anak tiri dan anak kandungnya.

"Ayah korban ini memang bekerja sebagai sopir nganter barang. Jadi malam itu ayah korban berangkat jam 7 malam sampai sekitar pukul 11 malam," kata Kapolres.

Usai menghantar barang, lalu DS pulang ke rumah hampir pukul 12 malam.

Ketika ayah korban pulang, sang istri LS berada di rumah kontrakan bersama TP, anak tirinya.

"Saat pulang dia melihat anaknya memang dalam posisi tidur di kasur dalam kamar. Karena sudah malam, lalu dia pun istirahat," kata Sunhot.

Namun pada pagi harinya, ayah korban curiga terhadap korban yang tidur tidak kunjung bangun.

"Begitu dibangunan ternyata korban sudah kaku, sudah meninggal," papar Kapolres.

Kemudian Dwi meminta tetangganya untuk mengangkat korban karena mengaku tidak tega.

Pada saat itu, dia melihat darah keluar dari mulut, hidung, dan sedikit dari mata dan telinga.

"Dia lalu melaporkankan kejadian tersebut ke Mapolres Tubaba untuk di tindak lanjuti," kata Kapolres.

Motif Tersangka

Kapolres Tubaba AKBP Sunhot P Silalahi mengatakan, motif tersangka tega menghabisi nyawa anak tirinya itu karena kesal.

"Motifnya karena kesal, sehingga menganiaya korban sampai meninggal. Dia membekap korban sampai kehabisan nafas," ungkap mantan Kasatnarkoba Polresta Jambi ini.

Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, sebelum pembunuhan terjadi, TP bermain mobil-mobilan dengan KV, anak kandung pelaku yang masih balita.

Saat itu pelaku melihat TP merebut mainan yang dipegang oleh korban.

Melihat hal tersebut, pelaku pun menganiaya dan mendorong korban hingga kepalanya terbentur tembok hingga jatuh ke lantai.

TP kemudian jatuh ke lantai lalu kejang-kejang.

Kapolres menyebut, pelaku panik dan berniat membunuh langsung membekap mulut dan hidung korban menggunakan tangannya.

Bocah 2 tahun itu pun tewas di tangan ibu tirinya.

"Tersangka membekap mulut dan hidung korban selama 20 menit hingga korban tidak bernyawa," kata AKBP Sunhot P Silalahi.

Tak hanya itu, tersangka juga mengaku kesal pada sang suami.

LS juga sakit hati karena mertuanya kerap menjelek-jelekkan dirinya kepada tetangga.

"Motif tersangka kesal karena suaminya ini, DWS tidak mau pisah rumah dengan orangtuanya," papar Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman seumur hidup.


Tersangka bakal dijerat dengan UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU No. 23 thn 2002 tentang perlindungan anak, pasal 80 ayat 3 Jo pasal 76 C UU RI No. 17 thn 2016 ttg penetapan PERPU No. 01 tahun 2016 perubahan ke 2 atas UU No 23 thn 2002 ttg perlindungan anak dan atau pasal 340 KUHP sub 338 KUHP.


0 Response to "Kesal Kepada Suami Dan Mertuanya. Ibu Tiri Bekap Anaknya 20 Menit Hingga Tewas, Ayahnya Tak Sadar Tidur Bersama Jenazah Anaknya Semalaman"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel