Pergoki Ayahnya Rudapaksa Anak Yatim, Pemuda di Pangandaran Malah Ikut-ikutan

Kasus tindak asusila terhadap anak di bawah umur terjadi di Dusun Parapat, Pangandaran. Pelangi (13) --nama samaran-- menjadi korba kebejatan pamannya sendiri.

Semua berawal pada 2019. Pelangi ditinggal pergi oleh ibunya yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW).

Sekitar tujuh bulan setelah ibunya berangkat jadi TKW, giliran ayahanda pergi untuk selamanya.

Sejak itu Pelangi bersama adiknya tinggal di rumah KS (52) yang juga berasal dari Dusun Parapat, Pangandaran.

KS adalah paman korban.

 Di rumah tersebut juga tinggal RD (27) yang tidak lain adalah anak tiri KS.

Sekitar Maret 2021, pada tengah malam, terjadilah malapetaka yang membuat masa depan Pelangi semakin suram.

Ketika itu korban sedang tidur di kamar bersama adiknya di rumah KS.

Tiba-tiba Pelangi merasakan ada yang memeluknya dari belakang.

Korban kaget bukan kepalang, ternyata orang itu adalah KS.

Korban mencoba berontak dan menolak, mendorong tubuh KS.

Tapi kemudian KS malah menindih tubuh korban.   

Dan kemudian terjadilah perbuatan asusila itu.

Besonya, pelaku memberi korban uang Rp 50 ribu.

Selama 2021, KS kembali mengulang perbuatannya sampai 10 kali.

Lebih nestapanya lagi, tidak hanya KS, RD juga ikut melakukan perbuatan itu.

RD menyetubuhi korban lima kali.

Tak kuat menahan cobaan hidup selama tinggal di rumah pamannya tersebut, korban mengadu kepada kakak korban yang tinggal di Desa Babakan, Pangandaran.

Sehingga terungkap ulah bejat yang dilakukan KS bersama anak tirinya terhadap korban.

“Kedua pelaku sudah kami amankan sejak Jumat (18/2). Tersangka adalah KS dan anak tirinya, RD,” ujar Kapolres Ciamis, AKBP Tony Prasetyo Yudhankoro, di Mapolres Ciamis, Senin (21/2/2022).

Saat mencabuli korban, modus yang dilakukan tersangka berupa bujuk rayu dan iming-iming dikasih uang serta dijanjikan akan dibelikan handphone.

Dari pemeriksaan petugas, Tony Prasetyo mengatakan, KS melakukan perbuatan rudapaksa terhadap keponakannya tersebut setelah sempat melihat korban saat tidur.

Sementara RD turut melakukan perbuatan bejat itu setelah memergoki KS sedang menyetubuhi korban.

Baik KS maupun RD, menyetubuhi korban dalam waktu berbeda tapi tempatnya sama yakni di rumah KS.

Kedua tersangka diancam ketentuan pasal 81 ayat (2) dan/atau pasal 82 ayat (1) UU No 17 tahun 2016 (UU No 23 tahun 2002) tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

0 Response to "Pergoki Ayahnya Rudapaksa Anak Yatim, Pemuda di Pangandaran Malah Ikut-ikutan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel